
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, memimpin kegiatan konsolidasi internal dan bakti sosial bertajuk “Pertalian Cinta DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Bersama Masyarakat Kabupaten Malang” di halaman Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Desa Mojosari, Kecamatan Kepanjen, Jumat (9/10).
Konsolidasi internal yang dihadiri seluruh pengurus PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Malang ini menjadi momentum memperkuat soliditas organisasi, serta menyatukan langkah perjuangan seluruh struktur partai di Kabupaten Malang.
Selain penguatan organisasi, kegiatan dirangkai dengan aksi bakti sosial melalui pembagian 1.000 paket sembako bagi kaum Marhaen dan pemberian santunan kepada anak yatim, diikuti peletakan batu pertama pembangunan sekolah tahfidz alqur’an Puan Maharani oleh Said Abdullah sebagai bagian dari rangkaian kegiatan yang diharapkan memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto (Sam Didik), menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian terhadap masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
“Bagi kami, bakti sosial bukan sekadar membagikan bantuan. Ini adalah ikhtiar untuk merawat kebersamaan dan memastikan bahwa semangat gotong royong tetap hidup di tengah masyarakat. Kaum Marhaen dan anak-anak yatim menjadi bagian penting dari perhatian kami,” ujar Didik.
Sementara itu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Abdul Qodir (Adeng), menegaskan bahwa Pertalian Cinta memiliki makna lebih dalam daripada sekadar tema kegiatan sosial.
Menurut politisi yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang itu, pertalian cinta merupakan ikatan batin yang tumbuh dari ketulusan, diwujudkan melalui kepedulian, dan dibuktikan dengan pengabdian kepada sesama sebagaimana yang selalu ditekankan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati.
“Pertalian Cinta adalah tentang bagaimana perjuangan menemukan wajah kemanusiaannya. Saya melihat nilai itu tercermin dalam karakter kepemimpinan Buya Said Abdullah yang konsisten berbuat dengan tulus dan penuh perhatian kepada sesama. Bagi kami, cinta bukan sekadar kata, melainkan kesediaan untuk hadir, peduli, dan berbagi,” kata Adeng.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber