Ancaman kebakaran di Kabupaten Jombang tak hanya mengintai kawasan hutan dan lahan. Tempat usaha hingga permukiman warga juga tak luput dari bahaya si jago merah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang mencatat sebanyak 318 kejadian kebakaran selama Januari hingga 9 Oktober 2026.

Dari jumlah tersebut, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi kasus terbanyak dengan 224 kejadian.

Namun, angka tersebut bukan satu-satunya yang patut diwaspadai. Kebakaran juga melanda tempat usaha sebanyak 37 kali dan kawasan permukiman sebanyak 34 kali.

Artinya, ancaman api juga nyata di lingkungan tempat warga beraktivitas dan tinggal sehari-hari.

Data BPBD Jombang turut mencatat sembilan kejadian kebakaran fasilitas umum. Sementara itu, 14 kejadian lainnya terdiri atas lima kebakaran tabung gas, empat kebakaran kabel listrik, empat kebakaran mobil, dan satu kebakaran sepeda motor.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas, mengatakan tingginya angka kebakaran menjadi perhatian serius. Terlebih saat musim kemarau, ketika kondisi lingkungan yang kering meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Di luar karhutla, potensi kebakaran di kawasan permukiman dan tempat usaha juga perlu mendapat perhatian. Kelalaian menggunakan sumber api maupun instalasi listrik yang tidak aman, bisa memicu kebakaran yang berujung pada kerugian material hingga ancaman keselamatan jiwa.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *