BANYUWANGI, KOMPAS.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur, mengkaji peningkatan status Jalan Lingkar Ketapang agar dapat dilalui kendaraan logistik berukuran besar.

Jalan tersebut diharapkan bisa menjadi jalur alternatif, terutama saat terjadi kemacetan di akses menuju Pelabuhan Ketapang.

Selama ini, Jalan Lingkar Ketapang belum bisa dilalui kendaraan logistik berukuran besar karena terdapat viaduk kereta api dengan batas ketinggian 4,05 meter. Sementara sejumlah kendaraan logistik besar memiliki tinggi yang melebihi batas dan tak tahu medan kerap melintasi jalur tersebut.

Terbaru, portal pembatas ketinggian di depan Viaduk BH 87A, Jalan Lingkar Ketapang, roboh setelah ditabrak truk Hino pada Rabu (7/10/2026) malam. Insiden tersebut memicu kemacetan di Jalan Lingkar Ketapang dan insiden serupa berpotensi kembali terjadi.

Merespons persoalan itu, Pemkab Banyuwangi tengah mengkaji sejumlah alternatif, termasuk kemungkinan meningkatkan status jalan dari jalan kabupaten menjadi jalan provinsi atau jalan nasional.

“Masih dikaji, kami kemarin minta dikaji apakah bisa dinaikkan kelas jalan tersebut,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Senin (12/10/2026).

Menurut Ipuk, peningkatan status jalan tersebut masih bergantung pada hasil kajian. Sebab, Pemkab ingin memastikan kemungkinan perubahan status itu sebelum menentukan langkah selanjutnya.

“Nah, kalau misalkan nanti bisa dikaji, kajiannya jelas, bisa dinaikkan kelas jalannya menjadi jalan provinsi atau nasional,” ujarnya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *