
Bondowoso (beritajatim.com) – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari pemerintah pusat menjadi peluang bagi Kabupaten Bondowoso untuk memperbaiki sarana pendidikan tanpa sepenuhnya membebani anggaran daerah.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Bondowoso, Taufan Restuanto, menyebut kebutuhan anggaran untuk mengerjakan program serupa melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bisa mencapai Rp100 miliar.
Program tersebut menyasar ratusan satuan pendidikan di Bondowoso, mulai dari taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP). Dukungan pemerintah pusat ini diharapkan mempercepat perbaikan sarana pendidikan sesuai kebutuhan masing-masing sekolah.
Berdasarkan data sementara Dispendik Bondowoso, terdapat 84 lembaga TK dan 76 SD yang masuk dalam program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Selain itu, lima lembaga SMP swasta juga tercatat sebagai penerima program.
Dengan demikian, total sementara terdapat 165 satuan pendidikan yang masuk dalam program tersebut.
Taufan menjelaskan, besaran anggaran yang diterima setiap sekolah berbeda-beda, bergantung pada kebutuhan dan perencanaan masing-masing lembaga.
“Untuk jenjang SD, anggaran terkecil berada di kisaran Rp500 juta, sedangkan salah satu sekolah menerima alokasi hingga Rp1,2 miliar. Sementara itu, untuk TK terdapat alokasi sekitar Rp150 juta,” ujarnya, Senin (12/10/2026).
Meski demikian, proses pelaksanaan program masih berlangsung secara bertahap. Pada jenjang SD, sebanyak 51 lembaga masih berada dalam proses awal penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara kementerian dan kepala sekolah.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber