:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Rekaman-CCTV-menunjukkan-momen-pengejaran-terduga-pelaku-perampokan.jpg)
SURYA.co.id, Kediri – Dugaan perampokan dengan modus menyewa rumah menggegerkan warga Perumahan Mojoroto Indah, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur.
Seorang penjual emas batangan Antam berinisial KL (33) alias Karin nyaris kehilangan emas senilai lebih dari Rp 250 juta setelah dijebak saat melayani transaksi cash on delivery (COD), Senin (12/10/2026) petang.
Korban tidak hanya kehilangan emas yang belum dibayar, tetapi juga sempat disekap di dalam rumah kontrakan yang diduga telah dipersiapkan pelaku sebagai lokasi kejahatan. Beruntung, aksi cepat suami korban berhasil menggagalkan pelarian pelaku dan menyelamatkan emas Antam seberat 95 gram tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan perampokan ini diawali ketika seorang perempuan bernama Yuni memesan emas batangan Antam kepada Karin melalui WhatsApp pada Senin pagi.
Keduanya kemudian menyepakati transaksi pembelian emas seberat 95 gram dengan sistem COD di sebuah rumah di Perumahan Mojoroto Indah, Kelurahan Mojoroto, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur.
Belakangan diketahui rumah tersebut baru saja disewa oleh Yuni. Bahkan, Yuni disebut telah membayar uang muka atau down payment (DP) kepada pemilik rumah dan meminta izin melakukan renovasi kecil pada bangunan tersebut.
Namun, penyewaan rumah dan perubahan pada bangunan itu kini diduga menjadi bagian dari skenario untuk memperlancar aksi kejahatan.
Korban yang datang mengantarkan pesanan emas kemudian masuk ke dalam rumah untuk menyelesaikan transaksi.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber