KEDIRI, KOMPAS.com – Modus kejahatan memanfaatkan rumah sewaan kembali marak. Sebuah perumahan di Kota Kediri, Jawa Timur, mendadak geger setelah rumah yang baru saja disewa dijadikan lokasi aksi perampokan berencana terhadap seorang penjual emas batangan Antam bernilai ratusan juta rupiah.

Peristiwa yang terjadi pada Senin (12/10/2026) petang di Perumahan Mojoroto Indah, Kota Kediri tersebut mengungkap siasat licik terduga pelaku yang dengan sengaja membayar down payment (DP) sewa rumah serta merekayasa kondisi bangunan demi memperlancar aksinya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, modus perampokan ini dirancang cukup terstruktur. Sebelum mengeksekusi aksinya, terduga pelaku utama berinisial Yuni menyewa sebuah rumah di Perumahan Mojoroto Indah dengan memberikan uang muka atau DP kepada pemilik rumah.

Tak hanya menyewa, Yuni juga sempat meminta izin kepada pemilik bangunan untuk melakukan renovasi kecil. Namun belakangan terkuak, proses penyewaan dan modifikasi rumah tersebut diduga kuat merupakan bagian dari skenario untuk menyekap korban dan mempermudah pelarian.

Korban, yakni seorang perempuan berinisial KL (33) alias Karin, warga Kayen Kidul, Kabupaten Kediri, mendatangi rumah kontrakan tersebut untuk mengantarkan pesanan emas batangan Antam seberat 95 gram dengan skema cash on delivery (COD).

Sebelumnya, komunikasi via WhatsApp antara korban dan Yuni pada Senin pagi menyepakati transaksi emas bernilai lebih dari Rp 250 juta.

“Saya antar pesanan Antam. Kemarin saya datang ke rumah (lokasi COD). Saat di dalam rumah, emas belum terbayar, tapi pelaku kabur,” kata Karin saat dihubungi, Selasa (13/10/2026).

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *