/data/photo/2026/10/13/6acd933a9b4d8.jpg)
KEDIRI, KOMPAS.com – Kepolisian Sektor (Polsek) Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur, kini tengah berburu keberadaan seorang perempuan bernama Yuni. Yuni diduga menjadi sosok kunci dalam kasus percobaan perampokan emas batangan Antam seberat 95 gram senilai lebih dari Rp 250 juta di Perumahan Mojoroto Indah, Kota Kediri.
Aksi kejahatan bermodus transaksi cash on delivery (COD) tersebut terjadi pada Senin (12/10/2026) petang. Dua pelaku eksekutor di lapangan telah berhasil diamankan, sementara polisi masih terus memburu keberadaan Yuni yang memesan emas tersebut.
Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Mojoroto Komisaris Polisi (Kompol) Rudi Purwanto mengonfirmasi bahwa jajarannya sedang melakukan pendalaman dan mendeteksi keberadaan Yuni.
Peristiwa perampokan emas bermula saat korban, seorang perempuan berinisial KL (33) atau Karin, warga Kayen Kidul, Kabupaten Kediri, menerima pesanan emas batangan seberat 95 gram. Pesanan tersebut datang dari seorang calon pembeli yang mengaku bernama Yuni melalui komunikasi pesan singkat WhatsApp pada Senin pagi.
Setelah menyepakati transaksi emas senilai lebih dari Rp 250 juta, Yuni mengarahkan KL untuk mengantarkan pesanan secara COD ke sebuah rumah di Perumahan Mojoroto Indah, Kota Kediri, pada sore harinya. KL datang ke lokasi bersama suaminya yang mengendarai mobil.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, rumah lokasi COD tersebut diduga disewa oleh pelaku sebelum kejadian. Terduga pelaku diketahui telah membayar uang muka (down payment/DP) serta meminta izin melakukan renovasi kecil.
Dugaan kuat mengarah bahwa penyewaan rumah serta modifikasi paku pada jendela disiapkan secara matang untuk menjebak korban dan mempermudah aksi kejahatan.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber