
Jawa Timur bukan cuma soal rawon dan Jembatan Suramadu. Di bawah tanahnya ada minyak dan gas, di perut buminya tersimpan panas, di pesisirnya berdiri pembangkit raksasa. Kalau swasembada energi butuh jagoan, provinsi ini punya modal untuk ikut bertarung.
***
Kita mulai saja dari pidato Prabowo. Bukan soal MBG. Tidak pula perihal Koperasi Desa Merah Putih. Dua topik itu memang jarang absen dari podiumnya. Tapi kali ini beda, dua program andalan itu sama sekali tak disinggung. Kini ia hanya bicara tentang ambisi kemandirian energi.
Pidato ini memang disampaikan dalam hajatan energi. Sambutan itu disiarkan langsung ketika Prabowo meresmikan pembangunan dan pengoperasian energi terbarukan di 15 provinsi dan peningkatan produksi minyak 30 ribu barel Blok Cepu. Ia bangga dengan capaian itu.
Kamis 16 Juni 2025. Harusnya Prabowo berpidato di Bojonegoro. Namun dia batal terbang lantaran cuaca tidak menentu. Kondisi alam tak memungkinkan helikopternya untuk mendarat.
Prabowo gagal ke lapangan. Jadilah pidato ini disampaikan dari Sanur, Bali. Dari depan kamera di dalam hotel tempatnya menginap. Sehari sebelumnya ia memang berkegiatan di Pulau Dewata itu.
Sambutan itu disampaikan melalui video conference. Siaran langsung ditonton dari 15 provinsi oleh banyak pejabat. Gubernur. Bupati. Kepala-kepala dinas. Pengusaha. Investor. Juga masyarakat umum.
Dari beragam tempat itu, simpul utama acara tersebut ada di Bojonegoro dan Bondowoso. Dua wilayah di Jawa Timur. Jatim.
Di Bojonegoro hadir Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, bertandang ke Bondowoso. Dia bersama sang empunya rumah, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber