TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Data Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) Republik Indonesia dibeberkan dalam Rapat Koordinasi Nasional Forum Perguruan Tinggi dalam Pemberdayaan Masyarakat di Balairung Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, Jawa Tengah, Kamis (15/10/2026).

Dalam forum nasional perguruan tinggi itu, Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan, Jawa Timur, masuk 10 besar sebagai kampus yang selalu konsen dalam urusan penguatan pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa.

Kampus negeri yang berlokasi di Desa Telang, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Madura, itu mencatatkan sebanyak 246 desa dampingan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia selama tahun 2025.  

Adapun Institut Pertanian Bogor (IPB) menempati posisi pertama dengan 7.575 desa dampingan, disusul Universitas Jember (Unej) sejumlah 1.058 desa, serta Universitas Sebelas Maret dengan 512 desa.

Rektor UTM Bangkalan, Prof Dr Safi’, mengungkapkan, masuknya UTM dalam 10 besar nasional menjadi momentum untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan masyarakat. 

Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), lanjut Prof Safi‘, UTM terus mendorong implementasi Tridharma Perguruan Tinggi.

Dengan harapan, pendidikan, penelitian, dan pengabdian dapat berjalan selaras serta menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pendampingan desa menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam menghubungkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi dengan kebutuhan masyarakat,” ungkap Prof Safi‘.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *