jatimnow.com – Komisi D DPRD Jember menyampaikan keprihatinan atas dugaan kekerasan terhadap tiga siswa Sekolah Rakyat (SR) di Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung. Akibat kejadian tersebut, salah satu siswa harus dilarikan ke Puskesmas Ajung untuk mendapatkan perawatan.

Sekretaris Komisi D DPRD Jember, Indi Naidha, menyatakan bahwa kekerasan tidak seharusnya terjadi di lingkungan sekolah.

“Saya turut prihatin atas dugaan kekerasan terhadap siswa di lingkungan Sekolah Rakyat di Jember. Terlebih, salah satu siswa harus mendapatkan perawatan di Puskesmas Ajung akibat luka yang dialaminya,” katanya, Senin (19/10/2026).

Menurutnya, sekolah seharusnya menjadi ruang yang aman, nyaman, dan penuh kepedulian bagi anak-anak untuk belajar serta tumbuh menjadi generasi yang lebih baik.

Karena itu, Indi menilai semua pihak perlu bersama-sama memastikan lingkungan pendidikan benar-benar menjunjung tinggi perlindungan anak.

Selain dugaan kekerasan, politisi PDI Perjuangan tersebut juga menyoroti adanya siswa yang kedapatan memiliki rokok. Hal ini menjadi perhatian, terlebih para siswa tinggal di asrama yang merupakan bagian dari fasilitas pendidikan.

“Termasuk dalam hal kedisiplinan, pengendalian emosi, serta memberikan contoh perilaku yang baik. Hal-hal seperti merokok di lingkungan pendidikan juga perlu menjadi perhatian, terutama karena siswa membutuhkan lingkungan yang sehat dan teladan positif dari orang-orang di sekitarnya,” tegasnya.

Indi berharap kejadian tersebut dapat ditangani secara bijaksana, objektif, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ia juga menekankan pentingnya evaluasi serta penguatan pengawasan agar lingkungan Sekolah Rakyat semakin aman dan nyaman bagi seluruh siswa.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *