
Bojonegoro merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang memiliki kekayaan budaya dan potensi lokal. Daerah yang dikenal dengan sebutan Kota Ledre ini mempunyai berbagai kesenian tradisional, kerajinan, hingga makanan khas yang menjadi bagian dari identitas masyarakatnya.
Beberapa di antaranya adalah wayang Thengul yang menjadi ikon kesenian daerah. Seperti tari Tayub yang populer dalam kegiatan masyarakat, serta ledre sebagai kuliner khas berbahan pisang. Selain itu, Bojonegoro juga dikenal dengan kerajinan kayu jati dan salak Wedi yang dibudidayakan secara turun temurun.
Bojonegoro memiliki sejumlah ciri khas yang menarik untuk dikenal, mulai dari kesenian yang berkembang di tengah masyarakat hingga produk lokal yang memiliki keunikan tersendiri. Berikut lima ciri khas Bojonegoro beserta penjelasannya.
Dilansir dari laman resmi Kabupaten Bojonegoro, wayang Thengul merupakan salah satu kesenian tradisional yang menjadi ikon Bojonegoro. Kesenian ini memiliki bentuk tiga dimensi menyerupai wayang golek dan dibuat menggunakan kayu.
Salah satu ciri khas wayang Thengul terletak pada bentuk fisiknya. Boneka wayang ini memiliki tubuh yang relatif pendek, badan kekar, dan posisi kaki melebar. Dalang menggerakkan boneka tersebut menggunakan tangkai serta tangan yang dimasukkan ke bagian bawah pakaiannya.
Nama Thengul berasal dari istilah methentheng dan methungul. Methentheng menggambarkan tenaga ekstra yang diperlukan dalang untuk mengangkat dan menggerakkan wayang kayu, sedangkan methungul berarti wayang yang diangkat hingga terlihat oleh penonton.
Pertunjukan Wayang Thengul diiringi gamelan dengan laras pelog atau slendro. Cerita yang dibawakan beragam, mulai dari kisah Kerajaan Majapahit dan Kediri, cerita Menak, hingga kisah para wali pada masa Kerajaan Demak.
Tari Tayub atau Sindir merupakan seni tari pergaulan tradisional yang populer di Bojonegoro dan sekitarnya. Kesenian ini biasanya ditampilkan dalam acara hajatan maupun kegiatan kebudayaan masyarakat.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber