JAWA TIMUR — Musyawarah Kabupaten (Muskab) VI PERSINAS ASAD Bojonegoro menjadi momentum evaluasi organisasi sekaligus penyusunan kepengurusan untuk lima tahun ke depan.

Dalam forum yang digelar di Aula Ashabul Yamin, Sabtu (17/10/2026), pembinaan atlet berprestasi menjadi salah satu perhatian utama untuk mendorong kemajuan pencak silat di Kabupaten Bojonegoro.

Evaluasi organisasi menjadi bagian penting dalam musyawarah untuk melihat pelaksanaan program sebelumnya sekaligus merumuskan langkah ke depan. Melalui penyusunan kepengurusan baru, PERSINAS ASAD Bojonegoro diharapkan mampu memperkuat program pembinaan secara berkelanjutan, meningkatkan kualitas latihan, serta mempersiapkan atlet agar mampu bersaing dalam berbagai kejuaraan.

Ketua Pengprov PERSINAS ASAD Jawa Timur, Prof. Dedid Cahya Happyanto, menekankan pentingnya kesinambungan pembinaan untuk melahirkan atlet yang mampu meraih prestasi lebih tinggi.

“Prestasi harus dibangun melalui pembinaan yang terarah dan berkelanjutan. Organisasi perlu menyiapkan atlet sejak dini, meningkatkan kualitas latihan, serta memberikan kesempatan bertanding agar potensi pesilat dapat berkembang secara maksimal,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua IPSI Bojonegoro, Endro Setyo Widodo, dalam sambutannya menyoroti pentingnya kerja sama antarperguruan dalam meningkatkan prestasi pencak silat.

“Peningkatan prestasi membutuhkan sinergi antarperguruan, pelatih, dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan pembinaan yang terencana dan kompetisi yang berkesinambungan, atlet Bojonegoro diharapkan mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” ujar Endro.

Dukungan terhadap pembinaan atlet juga menjadi bagian penting dalam pengembangan olahraga daerah. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Bojonegoro, Arief Nanang Sugianto, menekankan perlunya pembinaan yang konsisten agar potensi atlet berkembang menjadi prestasi.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *