:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/106-desa-di-24-kecamatan-naik-dari-88-desa-pada-14-Oktober-2026.jpg)
SURYA.co.id, BOJONEGORO – Hujan yang mulai mengguyur sejumlah wilayah belum mampu mengakhiri krisis air bersih di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Hingga Senin (26/10/2026), sebanyak 106 desa yang tersebar di 24 kecamatan masih terdampak kekeringan dan membutuhkan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro menunjukkan jumlah desa terdampak terus bertambah.
Pada 14 Oktober 2026, kekeringan tercatat melanda 88 desa. Kini, jumlah tersebut meningkat menjadi 106 desa dari total 28 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro.
Kondisi ini membuat sebagian warga kesulitan mendapatkan air bersih karena sumur mengering setelah musim kemarau berkepanjangan.
Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi, mengatakan pihaknya terus menyalurkan bantuan air bersih ke desa-desa terdampak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Per hari ini, jumlah desa sebanyak 106 yang telah dilakukan dropping air bersih oleh petugas BPBD, dari sebelumnya data per tanggal 14 Oktober lalu yang mencapai 88 desa terdampak kekeringan,” kata Heru kepada SURYA.co.id, Senin (26/10/2026).
Untuk membantu warga yang mengalami keterbatasan sumber air, BPBD Bojonegoro melakukan distribusi air bersih secara rutin.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber