
SUMENEP, RadarMadura.id – Upaya membangun Sumenep tangguh bencana terus digeber dari tingkat desa. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep resmi membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Pakandangan Tengah, Kecamatan Bluto, pada 27-30 Oktober 2026.
Pembentukan destana turut dihadiri Camat Bluto Moh. Fajar, unsur forkopimka, kepala desa beserta jajaran, dan perwakilan masyarakat.
Keterlibatan lintas unsur itu diharapkan memperkuat kerja sama dalam membangun kesiapsiagaan serta mengurangi risiko bencana di tingkat desa.
Program strategis ini menyasar penguatan kesiapsiagaan warga agar tidak lagi gagap saat bencana datang. Warga dilatih mampu mengenali ancaman, memahami langkah penyelamatan cepat, hingga mengurangi risiko bencana sejak dini.
Kepala Pelaksana BPBD Sumenep, Kamiluddin mengatakan pembentukan Destana menjadi fondasi penting untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap ancaman bencana.
”Destana merupakan fondasi penting untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana,” kata Kamil, Selasa (27/10).
Menurut Kamil, hal paling penting adalah pemahaman warga tentang tindakan yang tepat saat situasi darurat terjadi. Kesiapan inilah yang akan menjadi kunci untuk menekan risiko korban jiwa dan kerugian harta benda.
Saat terjadi bencana hendaknya tidak panik agar tidak berdampak fatal. Selain itu harus langkah yang harus dilakukan.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber