
Mahasiswa UNIVERSITAS NEGERI MALANG PRODI PENDIDIKAN SENI PERTUNJUKAN Suka belajar dan mengeksplorasi. Memiliki minat di bidang kesenian dan suka mengekspresikan diri melalui kreativitas.
SUMENEP — Di tengah perkembangan hiburan modern yang semakin mudah dijangkau masyarakat, kesenian tradisional Madura masih menunjukkan daya tariknya. Salah satunya melalui pagelaran Wayang Topeng Dalang yang dibawakan oleh Sanggar Rukun Pewaras pada Sabtu, 24 Oktober 2026, di Desa Slopeng, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Madura.
Pertunjukan yang dimulai sekitar pukul 21.00 WIB tersebut menghadirkan perpaduan gerak tari, musik pengiring, karakter topeng, dan cerita yang menjadi kekhasan kesenian tradisional Madura. Tidak hanya menyuguhkan hiburan, pagelaran ini juga menjadi ruang untuk memperkenalkan sekaligus menjaga warisan budaya yang telah dikenal masyarakat secara turun-temurun.
Wayang Topeng Dalang memiliki keunikan tersendiri dalam penyajiannya. Para pemain menggunakan topeng untuk menggambarkan karakter tokoh, sementara gerakan tubuh dan iringan musik membantu menghidupkan suasana cerita. Kehadiran dalang menjadi bagian penting dalam menyampaikan dialog serta mengarahkan jalannya pertunjukan.
Keindahan pertunjukan juga terlihat dari penataan panggung yang dipenuhi ornamen berwarna cerah, lukisan latar menyerupai bangunan kerajaan, serta busana para pemain dengan ragam hias yang khas. Perpaduan antara bentuk topeng, gerak pemain, tata panggung, dan musik pengiring menciptakan kesan artistik yang menjadi daya tarik Wayang Topeng Dalang Sanggar Rukun Pewaras.
Di balik keindahan visual tersebut, cerita dan adegan lawak justru menjadi bagian yang paling dinantikan oleh sebagian penonton. Humor yang disisipkan di tengah jalannya cerita mampu menghadirkan suasana lebih santai dan menghibur, sehingga pertunjukan yang berlangsung selama berjam-jam tetap menarik untuk diikuti.
Hal tersebut disampaikan oleh Bapak Sahe, salah satu penonton senior yang telah mengenal dan menyaksikan pertunjukan Sanggar Rukun Pewaras sejak sekitar tahun 1995. Menurutnya, daya tarik Wayang Topeng Dalang terletak pada musik pengiring yang khas, jalan cerita, serta kemampuan para pemain dalam membawakan karakter.
Bagi Bapak Sahe, adegan lawak menjadi salah satu bagian yang paling menarik karena mampu menghidupkan suasana pertunjukan. Selain itu, alur cerita yang dibawakan juga membuat penonton ingin terus mengikuti jalannya pementasan hingga selesai.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber