PAMEKASAN, RadarMadura.id – Di tengah kondisi fiskal daerah yang menuntut efisiensi anggaran, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan justru mengalokasikan anggaran jumbo untuk belanja suvenir atau cenderamata. 

Berdasarkan data rencana umum pengadaan (RUP), belanja itu mencakup payung lipat, tumbler termos, hingga keripik pisang kemasan 100 gram.

Ketiga paket tersebut masing-masing memiliki pagu Rp 15,15 juta, Rp 15,05 juta, dan Rp 2,65 juta (ligat grafis).

Ketua DPC Gerakan Mahasiswa & Pelajar Kebangsaan (GMPK) Pamekasan Moh. Mohtar Rosid menilai pengadaan suvenir senilai puluhan juta rupiah yang melekat di DKPP tersebut patut dipertanyakan urgensinya. Terlebih, di tengah kondisi fiskal daerah yang menuntut efisiensi anggaran.

”Setiap belanja semestinya mengedepankan skala prioritas. Jangan sampai masyarakat diminta memahami keterbatasan anggaran, tetapi belanja cenderamata justru dialokasikan hingga puluhan juta rupiah,” ungkap Mohtar.

Menurut dia, DKPP Pamekasan perlu menjelaskan secara transparan peruntukan pengadaan payung, tumbler termos, dan keripik pisang tersebut. Termasuk sasaran penerima dan manfaatnya.

Di samping itu Mohtar juga mengingatkan, anggaran publik semestinya tidak terserap untuk kebutuhan seremonial semata.

Sebab, persoalan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani masih membutuhkan perhatian serius serta dukungan anggaran yang memadai.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *