
jatimnow.com – Perang yang berkecamuk di Sudan tak menyurutkan langkah Yusra Ali Idris untuk menuntaskan pendidikan tinggi. Mahasiswa asal Sudan itu berhasil meraih gelar Magister Manajemen dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dengan harapan bisa membantu masyarakat negaranya bangkit dari dampak konflik.
Yusra menjadi satu dari sembilan mahasiswa asing yang mengikuti Wisuda Periode ke-123 Unesa secara daring pada Selasa (27/10/2026). Prosesi wisuda berlangsung di Graha Unesa, Kampus Lidah Wetan, Surabaya, bersama 1.511 wisudawan dan wisudawati lainnya.
Sembilan mahasiswa internasional tersebut menjadi lulusan perdana Unesa dari kalangan mahasiswa asing. Wisuda kali ini mengusung tema Wisudawan Unesa: Progresif, Inovatif, dan Kontributif untuk Indonesia Emas 2045.
Bagi Yusra, gelar magister yang diraihnya bukan sekadar pencapaian akademik. Di tengah konflik yang melanda tanah kelahirannya, ia berupaya membekali diri dengan ilmu yang kelak dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat Sudan menghadapi situasi sulit.
Selama menempuh studi di Unesa, Yusra mengembangkan penelitian tentang kondisi masyarakat Sudan akibat perang. Dengan latar belakang manajemen, ia berupaya mengkaji cara masyarakat bertahan hidup setelah kehilangan harta benda dan tempat tinggal, termasuk ketika terpaksa meninggalkan negara mereka.
“Penelitian saya berfokus pada perang di Sudan. Situasi di negara saya saat ini sangat buruk akibat perang. Karena latar belakang pendidikan saya adalah manajemen, penelitian saya membahas bagaimana masyarakat Sudan dapat bertahan hidup di luar negara mereka setelah perang terjadi,” ujar Yusra.
Ia berharap hasil penelitiannya tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Sudan yang terdampak konflik dan harus membangun kembali kehidupan mereka.
Perjalanan Yusra menyelesaikan pendidikan di Indonesia juga diwarnai tantangan. Saat pertama kali datang, ia harus beradaptasi dengan lingkungan baru yang jauh dari tanah kelahirannya. Namun, dukungan dosen, pembimbing, dan staf Kantor Urusan Internasional Unesa membantunya melewati berbagai kesulitan hingga berhasil menyelesaikan studi.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber