INDOPOSCO.ID – Kontingen DKI Jakarta kembali mengukuhkan dominasinya di dunia catur nasional. Membawa pulang 17 medali dari Kejuaraan Nasional (Kejurnas)…

INDOPOSCO.ID — Dua tahun perjalanan Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadi momentum evaluasi terhadap arah hilirisasi industri dan penguatan ekonomi daerah. Di Jawa Timur, keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam rantai pasok industri nasional dinilai perlu diperkuat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.

Ketua Garda UMKM Malang Raya, Ahmad Fuad Rahman, menilai arah kebijakan pemerintah saat ini telah mengarah pada penguatan ekonomi nasional. Namun, tantangan utama terletak pada implementasi program di lapangan agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha, khususnya UMKM.

“Sebetulnya sudah on the track, arahnya ke lebih baik. Hanya tantangannya besar,” kata Fuad dalam keterangannya dalam sebuah diskusi publik bertajuk “Refleksi 2 Tahun Asta Cita: Hilirisasi dan Masa Depan Industri di Jawa Timur” di Kabupaten Malang, Jawa Timur dikutip Kamis (29/10/2026).

Menurut Fuad, pemerintah perlu memastikan berbagai program pembangunan mampu mengatasi hambatan operasional yang selama ini dihadapi pelaku UMKM. Salah satu langkah penting yang perlu didorong ialah memperluas keterlibatan UMKM dalam rantai pasok industri nasional melalui kemitraan strategis dengan industri pengolahan.

Ia mencontohkan potensi sektor pertanian, khususnya komoditas jeruk, yang dapat dikembangkan melalui kerja sama antara petani dan industri pengolahan. Dengan pola kemitraan tersebut, produk lokal tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi juga dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang memiliki daya saing lebih tinggi.

“Kami berharap program pemerintah mampu mendorong UMKM naik kelas, dari industri rumahan menjadi industri menengah yang bisa bermitra dengan industri besar. Contohnya, petani jeruk perlu didekatkan dengan industri pengolahan agar produknya memiliki nilai tambah,” jelasnya.

Melalui diskusi publik ini, Garda Pemberdayaan UMKM Malang Raya berharap dapat merumuskan rekomendasi strategis bagi pemerintah dan para pemangku kepentingan. Sinergi antara pemerintah, industri, UMKM, petani, dan koperasi dinilai menjadi salah satu kunci untuk memastikan agenda hilirisasi memberikan manfaat nyata sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di Jawa Timur.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *