
Jakarta (ANTARA) – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan Presiden Prabowo Subianto menyebut korban yang meninggal dunia dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, sebagai patriot bangsa.
“Saya ingin menyampaikan salam duka dari Bapak Presiden Prabowo Subianto. Sebelum saya berangkat (ke Bromo), saya izin kepada beliau, beliau juga titip salam titip salam duka duka yang mendalam kepada para almarhum dan keluarga, dan Beliau katakan bahwa para almarhum adalah patriot bangsa yang berjuang untuk kebaikan masyarakat,” kata Menhut dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.
Adapun Menhut Raja Antoni menemui keluarga korban yang meninggal dunia dalam penanganan karhutla di kawasan Bromo, untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus penghormatan atas dedikasi para almarhum.
“Atas nama pribadi, atas nama Kementerian Kehutanan juga, kami mengucapkan innalillahi wainna ilaihi rojiun, sekaligus mengucapkan bela sungkawa yang sebesar-besarnya, sedalam-dalamnya atas kejadian yang menimpa saudara-saudara kita,” ujar dia.
Selain menyampaikan belasungkawa, Menhut Raja Antoni menyampaikan penghargaan atas apa yang telah dilakukan para almarhum dalam menjaga Bromo dan kawasan hutan, serta upaya menjaga keselamatan warga lainnya.
“Saya sangat berterima kasih atas apa yang dilakukan para almarhum untuk menjaga Bromo, menjaga kawasan hutan kita maupun tentu menjaga dan berjuang untuk menjaga keselamatan para warga lainnya,” katanya.
Menhut memastikan Kementerian Kehutanan akan melakukan evaluasi secara serius dan komprehensif sebagai bagian dari upaya mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Kami akan melakukan evaluasi yang sangat serius, evaluasi yang komprehensif untuk menjaga atau mengantisipasi agar kejadian serupa tidak akan terjadi di kemudian hari,” ujar Raja Antoni.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber