Magetan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Magetan mengevaluasi upaya penurunan angka stunting, angka kematian ibu (AKI), dan angka kematian bayi melalui forum lintas institusi.

Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro menilai, penanganan tiga persoalan kesehatan tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai sektor, mulai dari layanan kesehatan, pendidikan, hingga keluarga dan masyarakat.

Forum evaluasi itu digelar tertutup di Ruang Rapat Ki Mageti Kantor Bupati Magetan, pada Rabu (28/10/2026) untuk mengidentifikasi capaian, hambatan, serta persoalan di lapangan yang memengaruhi penurunan stunting dan angka kematian ibu-bayi.

Pemerintah daerah juga membahas langkah intervensi yang dapat dilakukan bersama agar target pembangunan kesehatan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2026 tercapai dan terus diperbaiki.

Suyatni menyebut, stunting, AKI, dan angka kematian balita merupakan tiga dari tujuh indikator kinerja utama pemerintah daerah. Karena itu, evaluasi tidak cukup hanya melihat angka capaian, tetapi juga perlu menelusuri faktor penyebab dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program.

Berdasarkan target RPJMD Kabupaten Magetan 2026, angka kematian ibu ditargetkan sebesar 122,74 per 100.000 kelahiran hidup. Sementara itu, prevalensi stunting ditargetkan 10,38 persen dan angka kematian balita sebesar 10,3 per 1.000 kelahiran hidup.

Menurut Suyatni, capaian penanganan stunting dalam pembahasan evaluasi disebut telah berada di bawah 10 persen. Meski demikian, angka tersebut tetap perlu dikendalikan dan diupayakan turun lebih jauh. Upaya serupa juga diperlukan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi.

“Intinya rapat berusaha mendiskusikan bagaimana cara untuk menurunkan AKI, AKB dan stunting di Kabupaten Magetan,” ujar Suyatni, Kamis (29/10/2026).

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *