Liputan6.com, Jakarta – Perburuan terhadap Dwi Bagus Martono (40), tersangka pembunuhan ibu dan anak di Madiun, menelusuri jejak hingga luar Pulau Jawa sebelum berakhir di sebuah gubuk gelap di pelosok Jombang. Polisi menyebut tersangka mematikan ponselnya untuk menghindari pelacakan dan memilih bersembunyi jauh dari keramaian.

Upaya kabur itu dilakukan setelah kasus hilangnya Dini Hardyanti (30) dan putranya, AGF (4), menyedot perhatian publik. Jejak komunikasi tersangka terputus, membuat penyidik harus membuka kemungkinan persembunyian melalui jaringan keluarga dan lingkungan kerja.

“Jadi setelah dia melaporkan, terus viral ya langsung dia kabur. Handphone tidak aktif, langsung dia inisiatif gimana caranya dia menghilang dari Madiun. Nah, tempat di Jombang itulah yang jadi tujuan dia,” kata AKBP Arbaridi Jumhur, Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur.

“Walaupun dalam proses penyelidikan kita sudah sampai ke Jakarta, ke rumah saudaranya, sampai ke Bali. Kami juga sampai ke Balikpapan, ke tempat dia terakhir bekerja di perusahaan asing,” ungkap Jumhur.

Setelah menilai data yang terkumpul, penyidik menyimpulkan peluang terbesar adalah tersangka masih berada di wilayah Jawa Timur. Arah penyelidikan kemudian dipersempit ke lingkar terdekat Dwi Bagus Martono.

Polisi memeriksa sejumlah orang yang punya kedekatan, termasuk istri sah tersangka, untuk memetakan tempat yang mungkin disinggahi selama pelarian.

“Ternyata ya semua sudah terurai di tiga lokasi itu. Kita berkesimpulan dia masih di Jatim dan kita amankan istrinya itu,” jelasnya.

Dari pemeriksaan, penyidik memperoleh daftar teman dan kerabat yang kerap berinteraksi dengan tersangka. Salah satu nama mengarah pada seorang teman yang berdomisili di Kabupaten Jombang.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *