Malang, Jawa Timur (ANTARA) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan nilai religiusitas dan nasionalisme yang ditanamkan kepada anak-anak menjadi sebuah langkah penting melahirkan generasi penerus yang unggul di masa depan.

Khofifah saat menghadiri Gebyar Senam Santri Aswaja di Taman Rekreasi Sengkaling, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin mengatakan, religiusitas dan nasionalisme menjadi sebuah kombinasi membentuk akhlak, ilmu, dan rasa cinta terhadap tanah air.

“Kalau kita mau menanamkan religiusitas dan nasionalisme harus sejak dini sehingga generasi yang dibentuk siap memimpin Indonesia,” kata Khofifah.

Menurut dia, guru dan orang tua tetap menjadi komponen penting dalam menanamkan kedua nilai tersebut kepada anak-anak.

Dalam kegiatan yang diikuti sekitar 6.000 pelajar, guru, dan wali murid taman kanak-kanak (TK), raudhatul athfal (RA), dan kelompok bermain, Khofifah juga mengenalkan sejarah patriotik perjuangan para santri dan ulama dalam upaya mempertahankan kemerdekaan dari ancaman penjajahan kembali oleh tentara sekutu bersama NICA.

Khofifah menyampaikan, saat itu Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari menyerukan resolusi jihad untuk mempertahankan kemerdekaan, pada 22 Oktober 1945.

“Basisnya adalah di Surabaya, maka 22 Oktober 1945 sampai masuk ke peristiwa 10 November, itu kemudian oleh pemerintah dijadikan tonggak sejarah sebagai Hari Pahlawan,” ucapnya.

Gelombang perjuangan pada akhirnya menjadi cikal bakal ditetapkannya peringatan Hari Santri setiap 22 Oktober melalui Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 22 Tahun 2015.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *