Pantau – Daun ketapang asal Sidoarjo, Jawa Timur, berhasil menembus pasar Australia setelah Ocean Institute of Indonesia (OII) Kampus Sidoarjo mengekspor 100 kilogram komoditas tersebut dengan nilai transaksi sekitar 1.500 dolar AS atau setara Rp27,18 juta pada Oktober 2026.

Keberhasilan ekspor ini menunjukkan bahwa komoditas lokal yang selama ini dianggap sederhana dapat memiliki nilai ekonomi dan peluang perdagangan internasional apabila dikelola melalui inovasi dan pengembangan usaha yang tepat.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan bahwa ekspor daun ketapang tersebut menjadi salah satu contoh pemanfaatan potensi lokal melalui inovasi dan kewirausahaan di lingkungan pendidikan vokasi.

Hal tersebut disampaikan Trenggono melalui keterangan resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Menurut Trenggono, pendidikan di bidang kelautan dan perikanan tidak hanya bertujuan menghasilkan lulusan yang mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor tersebut.

Pendidikan vokasi juga harus membekali peserta didik dengan keterampilan kewirausahaan agar mampu menciptakan peluang usaha secara mandiri.

Ia menekankan pentingnya kemampuan lulusan dalam mengidentifikasi, mengembangkan, dan menciptakan nilai tambah dari berbagai potensi sumber daya di sektor kelautan dan perikanan.

KKP menjelaskan bahwa daun ketapang dipilih sebagai komoditas ekspor karena memiliki potensi pemanfaatan dalam industri ikan hias dan akuarium.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *