
Surabaya (ANTARA) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur Puguh Wiji Pamungkas mengimbau percepatan pemulihan infrastruktur terdampak tanah longsor di Kabupaten Malang sekaligus memperkuat mitigasi untuk mengantisipasi bencana susulan.
“Bencana seperti ini tentu menjadi bagian yang tidak bisa dihindarkan pada beberapa wilayah yang secara kontur tanah memiliki kerawanan tinggi terhadap longsor dan banjir. Konsepsi penanggulangan bencana harus diperkuat dengan mengoptimalkan peran pentahelix untuk mengurangi derajat keparahan bencana,” ujar Puguh, di Surabaya, Rabu.
Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jatim itu menyebut longsor terjadi di sejumlah kecamatan, antara lain Dampit, Tumpang, Ampelgading, Sumbermanjing Wetan, dan Bantur.
Bencana tersebut berdampak pada fasilitas umum, permukiman, akses transportasi, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
Puguh mengapresiasi langkah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang yang menerjunkan personel dan alat berat untuk membersihkan material longsor.
Namun, ia menegaskan penanganan darurat harus disertai pemulihan aksesibilitas warga, terutama di kawasan Tirtomoyo dan sekitarnya yang sempat terisolasi akibat jalan tertutup material longsor.
Menurut Anggota Komisi E DPRD Jatim ini pemulihan konektivitas antarwilayah penting untuk memastikan distribusi logistik, mobilitas masyarakat, dan aktivitas perekonomian kembali berjalan.
Legislator dari daerah pemilihan Malang Raya itu juga meminta BPBD dan instansi teknis melakukan pemetaan ulang potensi longsor susulan, termasuk penentuan zona bahaya, radius aman, serta jalur evakuasi.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber