Madiun (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Madiun, Jawa Timur mendongkrak ikon daerah sebagai Kampung Pesilat Indonesia dengan menggelar Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup antarpelajar se-Kabupaten Madiun 2026 pada 3–5 November.

“Kabupaten Madiun ini adalah Kampung Pesilat Indonesia. Saya berharap adik-adik peserta lomba terus berlatih dengan sungguh-sungguh, agar ke depan bisa berkiprah di kejuaraan tingkat nasional, bahkan internasional,” ujar Bupati Madiun Hari Wuryanto saat membuka Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup antarpelajar se-Kabupaten Madiun 2026, Selasa.

Menurut dia, untuk memunculkan prestasi dibutuhkan sebuah kompetisi dan jam terbang bagi atlet. Karenanya, kejuaraan kali ini menjadi salah satu ajang untuk menambah jam terbang yang akan melahirkan bibit-bibit atlet pencak silat di Kabupaten Madiun.

Sementara itu, kejuaraan pencak silat pelajar tahun ini dibagi dalam 10 kelas berdasarkan berat badan dan diikuti sekitar 500 pelajar tingkat SD, MI, SMP, dan MTsN di Kabupaten Madiun.

Bupati menambahkan bahwa pencak silat mengajarkan seseorang tentang keberanian, kedisplinan, dan kejujuran. Dengan tiga bekal itu, Bupati meyakini anak-anak peserta lomba akan menjadi anak-anak yang berkarakter dan mampu membawa mereka dalam kesuksesan di kemudian hari.

Ia mengingatkan agar para peserta bertanding secara sportif dan bagi yang menang diminta jangan sombong, sementara yang kalah tidak boleh berkecil hati.

“Ingat yang menang tidak boleh sombong. Demikian juga yang kalah jangan minder. Di atas langit, masih ada langit,” kata Bupati.

Selain dibuka Bupati Hari Wuryanto, kejuaraan pencak silat tersebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi, Sekda Kabupaten Madiun Sigit Budiarto, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Puji Rahmawati, dan beberapa pimpinan OPD.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *