/data/photo/2026/11/03/6ae9cf480320f.jpg)
JEMBER, KOMPAS.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Jawa Timur, mencatat sebanyak 3.609 keluarga terdampak kekeringan sepanjang 2026. Hingga akhir Oktober, BPBD telah menyalurkan lebih dari 2,24 juta liter air bersih ke wilayah terdampak.
Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo mengatakan, bantuan tersebut disalurkan kepada warga di 12 kecamatan hingga 31 Oktober 2026.
Selama periode tersebut, BPBD bekerja sama dengan sejumlah instansi, organisasi kemanusiaan, dan relawan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Edy mengatakan, penanganan kekeringan tahun ini menjangkau 16 desa dan tujuh kelurahan yang tersebar di 23 dusun dan 12 lingkungan.
“Selama penanganan kekeringan tahun ini, kami telah melakukan 449 kali pengiriman air bersih dengan total volume mencapai 2.242.500 liter,” ungkap dia, Selasa (3/11/2026).
Menurut Edy, distribusi air dilakukan secara berkala dengan menyesuaikan kebutuhan masing-masing wilayah terdampak.
Adapun 12 kecamatan yang terdampak kekeringan meliputi Pakusari, Kalisat, Bangsalsari, Silo, Jelbuk, Sumbersari, Rambipuji, Patrang, Tempurejo, Mayang, Arjasa, dan Kaliwates.
Sejumlah wilayah mencatat jumlah keluarga terdampak cukup besar. Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat, menjadi salah satu lokasi dengan jumlah keluarga terdampak terbanyak, yakni 325 KK.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber