Jember, MI – Sebanyak 30 kilogram beras yang dicuri seorang ibu di Jember, Jawa Timur, menjadi gambaran beratnya perjuangan hidup yang harus dijalani bersama dua anaknya. Setelah bercerai, perempuan berinisial SN itu harus membesarkan anak seorang diri, sementara pekerjaan dan bantuan sosial tak kunjung didapatkan.

SN tinggal di sebuah rumah berdinding bambu di Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, Jember. Di tengah keterbatasan ekonomi, dia berusaha mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kedua anaknya. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Dalam kondisi terdesak, SN nekat mencuri 30 kilogram beras dari toko kelontong di kawasan Perumahan BTB, Kecamatan Kaliwates. Beras itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan makan keluarganya.

Kisah di balik pencurian tersebut terungkap setelah anggota DPRD Jember David Handoko Seto mendatangi rumah SN. Dari kunjungan itu, David mengetahui perempuan tersebut ternyata belum pernah menerima bantuan sosial dari pemerintah.

Persoalan administrasi kependudukan diduga menjadi salah satu penyebabnya. Data kependudukan SN masih tercatat di Madura, mengikuti alamat mantan suaminya. Akibatnya, dia belum terjangkau program bantuan sosial di tempat tinggalnya sekarang.

David menilai kasus tersebut tidak bisa hanya dilihat dari sisi tindak pidana. Kondisi hidup SN dan kedua anaknya juga perlu mendapat perhatian.

“Kalau kita mencermati hari ini tidak sekadar kasus pidana, ini kan bencana kemanusiaan di mana wajib hukumnya untuk memanggil hati nurani orang-orang yang peduli untuk membantu beliau,” tutur David.

Dia pun berupaya membantu penyelesaian perkara SN melalui mekanisme keadilan restoratif atau restorative justice. David mengapresiasi Kapolres Jember dan jajaran Polsek Kaliwates yang telah memfasilitasi upaya tersebut.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *