SURYA.co.id, MADIUN – Keterbatasan lahan pertanian tak menyurutkan upaya Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur, dalam menjaga produktivitas pangan.

Dengan luas lahan baku sawah hanya sekitar 859,27 hektare, pemerintah setempat mulai mengandalkan teknologi pertanian modern untuk mengoptimalkan hasil panen sekaligus menekan biaya produksi.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan kepada kelompok tani adalah Pertanian Modern – Advanced Agriculture System (PM-AAS).

Sistem ini mengandalkan metode Tanam Benih Langsung (Tabela) yang memungkinkan benih padi ditanam langsung di lahan tanpa melalui proses persemaian dan pemindahan bibit.

Metode tersebut diklaim mampu memangkas masa budidaya, meningkatkan populasi tanaman, hingga menghemat biaya tanam. Inovasi ini juga menjadi bagian dari upaya mengubah wajah pertanian agar lebih modern dan menarik bagi generasi muda.

Plt Wali Kota Madiun, Bagus Panuntun, mengatakan keterbatasan lahan harus dijawab dengan inovasi dan pemanfaatan teknologi, bukan menjadi alasan untuk mengurangi pengembangan sektor pertanian.

Generasi muda harus mulai dikenalkan dengan metode pertanian yang lebih modern agar memiliki ketertarikan mengembangkan sektor tersebut.

“Sekarang anak-anak muda ini bertaninya adalah bertani modern. Ini harus dimulai Dinas Pertanian dengan mengajak calon-calon petani muda,” tegas Bagus, Selasa (3/11/2026).

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *