
DPRD Jatim, Bhirawa. – Pengembangan layanan Bus Trans Jatim dinilai perlu terus diperluas untuk menjangkau kawasan strategis di Jawa Timur. Setelah beroperasinya Koridor II Malang Raya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim didorong segera merealisasikan konektivitas transportasi publik rute Mojokerto–Jombang.
Dorongan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Hidayat. Menurutnya, Mojokerto dan Jombang memiliki potensi ekonomi, pariwisata, sejarah, hingga wisata religi yang besar. Namun, potensi tersebut perlu ditopang akses transportasi publik yang terintegrasi, nyaman, dan terjangkau.
Hidayat mengapresiasi peresmian operasional Bus Trans Jatim Koridor II Malang Raya yang menghubungkan Kota Malang dan Kabupaten Malang, Jumat (30/10/2026). Kehadiran koridor baru tersebut dinilai menjadi bukti komitmen Pemprov Jatim dalam memperkuat konektivitas antarwilayah.
Namun, ia berharap ekspansi Trans Jatim tidak berhenti di Malang Raya. Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim diminta mulai memprioritaskan pengembangan jalur Mojokerto–Jombang agar manfaat transportasi publik semakin dirasakan masyarakat.
“Pengembangan jalur Trans Jatim ke wilayah Mojokerto dan Jombang sangat krusial dan mendesak. Wilayah ini memiliki potensi ekonomi, pariwisata, dan keagamaan yang sangat besar, tetapi membutuhkan dukungan aksesibilitas publik yang terpadu,” ujar politisi Partai Gerindra tersebut.
Menurut Hidayat, ada sejumlah alasan strategis yang membuat rute Mojokerto–Jombang layak menjadi prioritas. Salah satunya adalah potensi wisata sejarah dan alam yang selama ini menjadi daya tarik wisatawan.
Di Mojokerto, terdapat kawasan Trowulan yang menyimpan jejak kejayaan Kerajaan Majapahit. Sementara di Jombang, kawasan wisata alam Wonosalam menjadi salah satu destinasi unggulan yang memiliki daya tarik tersendiri.
Selain wisata sejarah dan alam, Jombang juga dikenal sebagai salah satu pusat wisata religi nasional. Kota Santri ini menjadi tujuan peziarah dari berbagai daerah karena keberadaan makam para pendiri Nahdlatul Ulama (NU) serta Presiden keempat RI, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber