:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Menteri-Koordinator-Bidang-Pangan-Zulkifli-Hasan-saat-meninjau-sawah-milik-warga-di-Des.jpg)
TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG – Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Jawa Timur, terus mendorong berbagai inovasi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan sektor pertanian.
Salah satu terobosan yang mulai menunjukkan hasil adalah penerapan Budidaya Tanaman Sehat (BTS) yang mampu meningkatkan produksi padi dengan menekan biaya usaha tani.
Gambaran keberhasilan program tersebut terlihat di Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Dalam kurun waktu empat tahun, produktivitas padi pada lahan percontohan seluas satu hektare meningkat dari 5.500 kilogram gabah pada 2023 menjadi 7.800 kilogram pada 2026.
Peningkatan hasil panen itu justru diikuti penurunan biaya produksi. Jika pada 2023 biaya usaha tani mencapai Rp29,9 juta, pada 2026 angkanya turun menjadi Rp18,336 juta.
Dengan demikian, petani dapat menghemat biaya produksi sekitar Rp11,56 juta atau 38,7 persen.
Efisiensi juga terlihat dari penurunan Harga Pokok Produksi (HPP) gabah. Pada 2023, HPP tercatat Rp5.339 per kilogram. Angka tersebut turun menjadi Rp3.145 pada 2024, Rp2.802 pada 2025, hingga Rp2.351 pada 2026.
Sementara itu, pendapatan usaha tani meningkat dari Rp35,75 juta pada 2023 menjadi Rp63,18 juta pada 2026. Nilai tersebut bertambah Rp27,43 juta dalam kurun empat tahun.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber