
SIDOARJO, SURYAKABAR.com – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memperkuat kesiapsiagaan dan antisipasi menghadapi kemungkinan ancaman bencana hidrometeorologi seiring meningkatnya potensi hujan dengan intensitas tinggi di Jawa Timur.
Sebanyak 400 personel gabungan bersama puluhan armada dan peralatan penanggulangan bencana disiagakan untuk mengantisipasi banjir, angin kencang, hingga tanah longsor.
Kesiapsiagaan tersebut ditandai dengan Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi yang digelar di Alun-Alun Sidoarjo, Jumat (6/11/2026).
Apel melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri, BPBD, Basarnas Surabaya, pemadam kebakaran, PMI, Senkom, hingga LPBI NU.
Langkah antisipasi ini dilakukan menyusul prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengenai musim hujan di Jawa Timur.
Meski diperkirakan berlangsung relatif singkat, intensitas hujan berpotensi tinggi. Puncak musim hujan diprediksi terjadi pada Februari 2027.
Sementara itu, fenomena El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga periode tersebut sehingga pola cuaca berpotensi sulit diprediksi.
Ancaman bencana hidrometeorologi di Sidoarjo bukan tanpa alasan. Berdasarkan catatan Januari hingga 1 November 2026, terdapat 28 kejadian bencana. Rinciannya, 21 kejadian banjir, empat puting beliung, dan tiga tanah longsor.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber