Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Suroboyo Bergerak dan kelompok Srikandi Suraboyo menggelar unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (8/11). Sebagian besar demonstran yang hadir di lokasi merupakan kelompok perempuan.

Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, para demonstran mengekspresikan kekecewaan mereka melalui berbagai medium, mulai dari aksi membentangkan poster bernada protes, berorasi secara bergantian, membacakan puisi, hingga menampilkan seni teatrikal dan pertunjukan musik.

Poster yang mereka bawa di antaranya bertuliskan, ‘Dirampok pajak, diracun embege, diasap karhutla’, ‘Indonesia sadar sebelum Indonesia modar,’ hingga ‘rezim halu rakyat ngelu’. Terdapat pula poster bertuliskan ‘asap bukan takdir’ serta ‘dari dapur ke jalan, emak-emak melawan’.

Sementara itu aparat kepolisian telah bersiaga di halaman Gedung Negara Grahadi dengan memasang barikade pagar kawat berduri untuk mengawal unjuk rasa. Tampak juga sejumlah kendaraan pengurai massa.

“Campur. Jadi ada dari kalangan ibu-ibu rumah tangga, dari kalangan profesional, tenaga medis, terus dari akademisi. Lengkap ini. Maksudnya banyak yang tergabung dari elemen-elemen lainnya gitu loh,” kata Koordinator Umum Aliansi Suroboyo Bergerak, Kardono Setyorakhmadi, Minggu (8/11).

Tuntutan pertama yang disuarakan oleh Aliansi Suroboyo Bergerak dan Srikandi Suroboyo ini berfokus pada evaluasi total kepemimpinan nasional.

Massa menilai pemerintahan saat ini tidak kompeten dalam mengelola negara secara menyeluruh, sehingga berdampak pada berbagai lapisan masyarakat yang semakin terimpit kesulitan ekonomi dan regulasi.

Tuntutan kedua, mereka mendesak pemerintah menyelesaikan krisis ekologi dan kemanusiaan yang diakibatkan oleh kebakaran hutan dan lahan.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *