Bondowoso (beritajatim.com) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bondowoso menggandeng Pondok Pesantren Walisongo Situbondo untuk memperkuat pembinaan kepribadian dan kerohanian warga binaan melalui program tahfidz Al-Qur’an.

Langkah strategis tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang disaksikan langsung oleh Ketua DPC PKB Bondowoso, H. Ahmad Dhafir, dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional, Kamis (22/10/2026).

Kepala Lapas Kelas IIB Bondowoso, Nunus Ananto, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata pembinaan keagamaan di lingkungan pemasyarakatan, bukan sekadar agenda seremonial tahunan.

“Momentum Hari Santri Nasional kami manfaatkan untuk menghadirkan kegiatan nyata. Kami ingin pembinaan kerohanian benar-benar berjalan dan memberikan dampak spiritual positif bagi warga binaan,” ujar Nunus, Kamis (22/10/2026).

Nunus menjelaskan, program ini sekaligus mengusung kearifan lokal Kabupaten Bondowoso yang memiliki basis tradisi keislaman dan kultur santri yang kuat.

Program tahfidz ini terbuka bagi seluruh warga binaan tanpa membatasi latar belakang kasus tindak pidana maupun durasi masa hukuman. Petugas akan melakukan pemetaan agar kegiatan kerohanian berjalan selaras dengan program pembinaan kemandirian.

“Ibadah adalah hak setiap manusia. Kami ingin menggugah kesadaran mereka dari hati, sehingga keikutsertaan dalam pembinaan bukan semata-mata karena paksaan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Bondowoso, H. Ahmad Dhafir, memberikan apresiasi tinggi atas terobosan Lapas Bondowoso bersama Ponpes Walisongo Situbondo.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *