Malang: Hujan deras yang mengguyur wilayah Malang Raya, Jawa Timur, dalam beberapa hari terakhir belum menjadi penanda dimulainya musim hujan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi dinamika atmosfer serta pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah Malang sejak Sabtu sore, 24 Oktober 2026, dan kembali terjadi pada Senin, 26 Oktober 2026, sejak siang hingga menjelang dini hari. Meski hujan turun dengan intensitas cukup tinggi, BMKG Karangploso menyebut kondisi tersebut masih berkaitan dengan aktivitas gelombang atmosfer ekuatorial.

Prakirawan BMKG Karangploso Malang, Linda Fitrotul, menjelaskan peningkatan potensi hujan dipengaruhi interaksi Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang ekuator Rossby. Kedua fenomena atmosfer tersebut dapat mendukung pertumbuhan awan konvektif di wilayah Jawa Timur.

“Secara sederhana, MJO merupakan pergerakan kumpulan awan hujan di wilayah tropis, sedangkan gelombang Rossby merupakan gelombang atmosfer yang memengaruhi pola angin dan dapat mendukung pertumbuhan awan hujan. Apabila keduanya berada pada fase dan kondisi yang mendukung, peluang terbentuknya awan hujan di suatu wilayah dapat meningkat,” ujar Linda saat dikonfirmasi, Selasa, 27 Oktober 2026.
 

Selain dinamika atmosfer, kegiatan penyemaian awan melalui OMC yang berlangsung pada 24-29 Oktober 2026 juga disebut menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan kondisi hujan di Jawa Timur. Namun, hujan yang terjadi merupakan hasil kombinasi sejumlah faktor cuaca lokal dan regional.

Linda menjelaskan, penentuan awal musim hujan tidak hanya didasarkan pada frekuensi atau tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari. BMKG menggunakan data curah hujan harian yang dihimpun dalam periode dasarian atau setiap 10 hari sebagai salah satu acuan penetapan musim.

Secara teknis, awal musim hujan ditetapkan ketika curah hujan mencapai sedikitnya 50 milimeter dalam satu dasarian dan berlanjut pada dua dasarian berikutnya. Jika curah hujan turun di bawah ambang batas pada salah satu dasarian, akumulasi curah hujan selama periode 30 hari harus mencapai sedikitnya 150 milimeter.


Ilustrasi hujan

“Jadi meskipun dalam beberapa hari terakhir wilayah Malang mengalami hujan, hal tersebut belum otomatis menandakan bahwa musim hujan telah dimulai. Penetapannya tetap mengacu pada data curah hujan dan evaluasi sesuai kriteria BMKG,” terang Linda.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *