
Sumenep merupakan salah satu kabupaten di Pulau Madura yang dikenal dengan julukan Kota Keris. Sebutan ini bukan tanpa alasan. Sumenep memiliki tradisi pembuatan keris yang diwariskan secara turun-temurun, didukung keberadaan para empu dan perajin yang masih mempertahankan keterampilan mereka hingga kini.
Keris yang dihasilkan masyarakat Sumenep tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional, tetapi juga memiliki nilai seni, filosofi, dan budaya. Keberadaan industri keris bahkan menjadi bagian dari ciri khas daerah sekaligus sumber penghidupan bagi masyarakat setempat.
Salah satu alasan julukan tersebut adalah keberadaan ratusan perajin keris yang tersebar di sejumlah kecamatan. Berikut penjelasan mengenai sejarah, serta kerajinan, hingga nilai budaya keris di Sumenep yang membuatnya dijuluki Kota Keris.
Salah satu alasan utama Sumenep dijuluki Kota Keris adalah keberadaan banyak empu dan perajin yang menekuni pembuatan keris. Berdasarkan jurnal “Estetika Kota Keris Sumenep dalam Perspektif Pendidikan”, terdapat sekitar 565 perajin keris yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Bluto, Saronggi, dan Lenteng.
Jumlah tersebut menunjukkan besarnya peran masyarakat dalam mempertahankan tradisi pembuatan keris di Sumenep. Keterampilan para perajin mencakup proses pembuatan bilah hingga pengerjaan bagian keris yang memiliki nilai estetika.
Keberadaan para empu juga menjadi faktor dalam keberlanjutan tradisi ini. Pengetahuan mengenai teknik penempaan, bentuk, dan ragam hias keris diwariskan dari generasi ke generasi sehingga tetap bertahan di tengah perkembangan zaman.
Desa Aeng Tong-tong di Kecamatan Saronggi merupakan salah satu sentra pembuatan keris di Sumenep. Desa ini dikenal sebagai tempat para perajin menghasilkan keris dengan beragam bentuk dan karakteristik.
Berdasarkan buku “Karakteristik Keris Sumenep”, tradisi pembuatan keris di Aeng Tong-Tong telah berlangsung sejak lama. Cerita masyarakat setempat mengaitkan awal tradisi tersebut dengan Pangeran Bukabu dan seorang empu pembuat keris.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber