/data/photo/2026/11/03/6ae95dc532e01.jpg)
JEMBER, KOMPAS.com – Warga Kabupaten Jember, Jawa Timur, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko cuaca ekstrem selama sepekan ke depan.
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang, berisiko memicu sejumlah bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Edy Budi Susilo mengatakan, Jember menjadi salah satu wilayah di Jawa Timur yang masuk dalam daftar daerah berpotensi terdampak cuaca ekstrem pada periode 2-9 November 2026.
Selain Jember, potensi cuaca ekstrem juga mengancam sejumlah daerah lain, di antaranya Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, Banyuwangi, Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Pacitan, Kediri, hingga Ponorogo.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu, terutama hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang,” pesan Edy, Selasa (3/11/2026).
Dia menjelaskan, sebagian besar wilayah Jawa Timur saat ini telah memasuki masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan.
Kondisi tersebut membuat potensi pertumbuhan awan hujan meningkat akibat sejumlah faktor atmosfer.
Dalam tujuh hari ke depan, tambahnya, potensi cuaca ekstrem dipengaruhi oleh gangguan gelombang atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO) yang melintasi wilayah Jawa Timur.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber