
Konser penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Selasa (3/11) turut diwarnai aksi penolakan yang berujung ricuh. Sebanyak 33 orang dilaporkan mengalami luka-luka dalam peristiwa itu.
“Sudah diadakan pertemuan tiga kali tetapi ini tidak menemukan titik temu, akhirnya terjadi pelemparan batu kepada petugas pengamanan,” kata Budi kepada wartawan, Rabu (4/11).
“Setelah pelemparan batu, ada 33 petugas yang terluka termasuk dari TNI, kepolisian, dan ada warga masyarakat,” sambungnya.
Disampaikan Budi, puluhan korban luka-luka itu langsung ditangani oleh Biddokkes Polda Metro Jaya. Hingga saat ini, tiga korban di antaranya masih mendapat perawatan intensif di rumah sakit.
“Dalam kondisi luka ataupun terhimpit sesak napas karena diserang dari adanya pelemparan batu kayu dan lain-lain dari pihak yang melakukan aksi penyampaian aspirasi,” ujarnya.
Budi membeberkan dari puluhan korban luka itu, salah satunya diketahui adalah Bahar Bin Smith yang turut ikut dalam aksi penolakan itu. Namun, Budi memastikan pelemparan batu itu bukan dari anggota kepolisian.
“Temasuk kehadiran Habib BS juga hadir, yang bersangkutan juga dalam kondisi luka ada bekas lemparan dan itu diakui, diklaim dari kelompok mereka sendiri karena dari belakang melempar tidak sampai kepada petugas yang kena Habib BS dan itu juga ditangani diobati oleh pihak Dokkes, ada juga dokumentasinya kepada kita,” tutur Budi.
“Jadi tidak ada yang diamankan ya. Intinya setelah selesai artis juga dievakuasi secara aman, para penonton, tamu undangan juga pulang memang sedikit adanya tingkat kemacetan karena beberapa pintu dibuka untuk kelancaran arus lalu lintas. Intinya tadi malam ada insiden beberapa tapi alhamdulillah semua dapat terkendali,” kata Budi.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber