Malang – Bandar Udara (Bandara) Abdul Rachman Saleh di Kabupaten Malang, Jawa Timur, sampai Kamis (17/12) sekitar pukul 10.00 WIB, masih ditutup, menyusul semakin memburuknya kondisi cuaca akibat meningkatnya intensitas hujan abu vulkais yang disemburkan Gunung Bromo sejak Selasa (16/12).

“Jika kondisi cuaca masih belum mengizinkan, maka penutupan bisa diperpanjang,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bandara Abdul Rachman Saleh, Suharno, Kamis pagi.

Disebutkan, sesuai Notam (Notice to Airmen) resmi otoritas bandara, bahwa bandara di Malang harus ditutup kembali karena dampak letusan Bromo.

Notam adalah pemberitahuan yang disebarluaskan melalui peralatan telekomunikasi yang berisi informasi mengenai penetapan, kondisi atau perubahan di setiap fasilitas aeronautika, pelayanan, prosedur, kondisi berbahaya, berjangka waktu pendek dan bersifat penting yang wajib diketahui personel penerbangan.

Suharno mengatakan, sesuai informasi terbaru dari BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) Juanda, Surabaya, kondisi hari ini (Kamis) di Malang Raya, arah angin ke Tenggara, jarak pandang 4,0 kilometer, cuaca udara kabur, suhu udara 23 derajat Celcius dan tekanan udara 10,12 hps.

“Pandangan udara memang kabur, persis seperti diprediksi BMKG Juanda, Surabaya,” tambah Suharno.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *