:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337745/original/080548500_1788255102-IMG-20260901-WA0040.jpg)
Liputan6.com, Jakarta – Rencana keberangkatan 200 calon jemaah umrah dari Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menuju Tanah Suci pada Minggu (30/8/2026) dini hari sempat diwarnai kericuhan.
Para calon jemaah tertahan di Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang, setelah pihak travel menyampaikan hanya 40 jemaah yang dapat diberangkatkan pada hari tersebut.
Persoalan keberangkatan umrah tersebut kemudian dimediasi kepolisian. Hasil mediasi antara perwakilan PT Annisa Ahmada Travelindo (ITS Grup) dan calon jemaah menyepakati pemberangkatan dilakukan secara bertahap.
Salah satu anggota keluarga calon jemaah, Widi, mengatakan dirinya mengantar dua anggota keluarganya, R dan L, ke Masjid Agung Baitul Mukminin pukul 01.00 WIB. Saat itu, para calon jemaah sudah berkumpul dan sebagian mengabadikan momen bersama keluarga sebelum berangkat.
“Namun pada pukul sekitar 02.30 WIB, jemaah yang seharusnya sudah masuk bus dan siap melakukan perjalanan ke Juanda, Mbah Bolong datang dan mengajak jemaah berkumpul di dalam masjid untuk pengarahan sedikit dan doa bersama,” kata Widi, Selasa (2/9/2026).
Menurut Widi, suasana mulai memanas setelah travel menyampaikan bahwa hanya 40 calon jemaah yang dapat diberangkatkan pada hari tersebut. Pihak travel juga disebut belum dapat memastikan pasangan suami istri bisa berangkat dalam rombongan yang sama.
“Jadi banyak sekali jemaah yang tidak terima dan marah-marah hingga suasana memanas,” ujarnya.
Widi mengatakan sejumlah calon jemaah yang telah berada di bandara juga memilih tidak melanjutkan keberangkatan setelah mendapat informasi mengenai persoalan yang terjadi di Jombang.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber