Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo melakukan pengecekan langsung ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah Tanggulangin buntut 566 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam keracunan usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Subandi mengungkap, ada 31 SPPG di wilayahnya yang belum mengantongi izin. Ia mengatakan saat ini terdapat 170 SPPG yang berdiri di Kabupaten Sidoarjo. Dari jumlah tersebut, sebanyak 31 SPPG disebut masih belum memiliki izin.

“Total berdiri BGN yang ada di Sidoarjo 170. Yang masih belum ada izin, 31, sementara tak suruh berhenti dulu, ya. Tadi kita sampaikan kepada BGN Pusat, jadi betul-betul ada pengawasan yang ekstra. Jangan sampai terjadi hal-hal yang seperti ini lagi,” kata Subandi kepada wartawan, Rabu (2/9).

Di sisi lain, Subandi memastikan kondisi para santri yang sempat dirawat akibat keracunan berangsur membaik. Ia menyebut gejala yang tersisa saat ini hanya diare dan sebagian pasien sudah diperbolehkan pulang.

“Sementara hanya diare-diare hari ini juga sudah turun semua. Berarti hampir pasien kita sementara sudah hampir kita nanti sebagian tak suruh pulangkan karena sudah kondisinya agak bagus,” ujarnya.

Subdandi turut membantah kabar yang sempat beredar mengenai adanya korban jiwa dalam peristiwa ini. Hal itu disampaikannya setelah memantau langsung kondisi pasien di tiga rumah sakit rujukan.

“Semua pasien tertangani dengan baik. Ya, berarti kalau ada berita yang meninggal itu tidak benar. Ya, kita sudah kita pastikan ada di tiga rumah sakit, ya. Saya tadi sudah cek sampai dua kali di sini, kita kontrol semuanya sudah tertangani dengan baik,” tuturnya.

Subandi juga meminta para wali santri untuk tetap tenang dan tidak khawatir karena pemerintah daerah telah menginstruksikan pihak rumah sakit menuntaskan perawatan sebelum memulangkan pasien.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *