Gunung Butak merupakan salah satu destinasi pendakian di Jawa Timur yang menawarkan perpaduan jalur alami dan panorama pegunungan. Gunung ini berada di wilayah Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar dengan ketinggian mencapai 2.868 meter di atas permukaan laut. Meski gak sepopuler beberapa gunung lain di Jawa Timur, Gunung Butak punya sejumlah daya tarik yang membuat perjalanan menuju puncaknya layak dicoba.

Jalur pendakiannya menyuguhkan suasana hutan yang tenang, hutan lumut, hingga padang sabana yang luas untuk beristirahat atau mendirikan tenda. Pendaki juga bisa menikmati sunrise dengan hamparan awan dari kawasan puncak, sementara beberapa jalurnya memiliki karakter trek yang berbeda. Sebelum memasukkan gunung ini ke daftar pendakian berikutnya, yuk simak empat fakta menarik Gunung Butak berikut!

Gunung Butak merupakan gunung nonvulkanik yang berada di wilayah Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Puncaknya memiliki ketinggian 2.868 meter di atas permukaan laut, sehingga perjalanan menuju atas tetap membutuhkan persiapan fisik yang baik. Lokasinya juga berada di sekitar Gunung Kawi yang membuat kawasan ini dikelilingi lanskap pegunungan.

Untuk mencapai puncak, pendaki bisa memilih beberapa jalur yang tersedia, yaitu Sirah-Kencong, Gadingkulon, atau Panderman. Dari ketiganya, jalur via Panderman disebut sebagai salah satu yang paling populer karena karakter treknya dinilai gak terlalu sulit. Meski begitu, setiap jalur tetap memiliki medan dan waktu tempuh yang berbeda sehingga pendaki perlu menyesuaikan pilihan dengan kemampuan.

Salah satu daya tarik utama Gunung Butak adalah padang sabana yang terbentang cukup luas di jalur menuju puncak. Kawasan ini sering dimanfaatkan pendaki untuk beristirahat sekaligus mendirikan tenda sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak. Suasananya semakin menarik karena area sabana juga memiliki sumber mata air yang bisa dimanfaatkan pendaki.

Pada jalur via Panderman, sabana berada setelah Pos 4 dan menjadi bagian trek yang cukup ikonik. Dari kawasan tersebut, pendaki bisa melihat puncak Gunung Butak sekaligus menikmati hamparan padang rumput yang terbuka. Saat malam tiba, kawasan sabana juga bisa terasa sangat dingin sehingga perlengkapan camping dan pakaian hangat perlu dipersiapkan dengan baik.

Jalur pendakian Gunung Butak menawarkan perubahan suasana dari hutan hujan tropis hingga kawasan yang lebih terbuka. Pada beberapa bagian, pendaki akan melewati hutan lumut dengan pepohonan yang ditumbuhi lumut sehingga suasananya terasa lebih teduh sekaligus unik. Di jalur via Panderman, pendaki juga akan menemukan Tanjakan PHP alias Pemberi Harapan Palsu yang dikenal memiliki tanjakan cukup panjang.

Setelah melewati bagian tersebut, karakter jalur kembali berubah dan pendaki akan menghadapi trek yang lebih landai di beberapa titik. Menuju Pos 4, medan kembali menanjak sebelum akhirnya terbuka menuju Padang Sabana. Dari sabana ke puncak, perjalanan dilanjutkan melewati padang rumput, hutan pinus, dan tanjakan berbatu dengan estimasi sekitar 30-40 menit.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *