/data/photo/2026/09/02/6a97eee3c5875.jpeg)
KOMPAS.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi kembali menggelar program Gesah Bareng Ambi Bupati di Pendopo Sabha Swaga Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim), Rabu (2/9/2026).
Kali ini, forum tersebut membahas berbagai persoalan di sektor pendidikan, mulai dari akses beasiswa, pengawasan pelajar di luar sekolah pada jam belajar, sarana dan prasarana pendidikan, hingga masa depan anak penyandang disabilitas.
Dihadiri sekitar 150 peserta, forum itu menjadi ruang bagi penggiat pendidikan, pemerhati, mahasiswa, pelajar, akademisi, guru, orangtua siswa, dan pemangku kebijakan untuk menyampaikan berbagai persoalan dan gagasan kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Ipuk mengatakan, forum tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah (pemda) untuk mendengar berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat secara langsung.
Ia menegaskan bahwa beragam masukan yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi serta penyempurnaan program pembangunan.
“Pekerjaan rumah (PR) kita masih banyak. Karena itu, kami senang mendapatkan banyak masukan dan ide dari masyarakat. Apa yang disampaikan di forum ini akan menjadi bahan untuk perbaikan program-program pendidikan ke depan,” kata Ipuk dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu.
Salah satu persoalan yang dibahas dalam forum tersebut adalah rencana regrouping SDN 1 Singonegaran. Salah satu wali murid, Ahmad Radiansyah, menyampaikan kekhawatirannya terhadap dampak psikologis regrouping terhadap anak-anak.
Menanggapi hal tersebut, Ipuk menjelaskan bahwa rencana regrouping masih dalam kajian. Pemkab Banyuwangi masih mendalami pengembangan RSUD Blambangan dan ketersediaan tenaga pendidik di Banyuwangi.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber