
Jember, Jawa Timur (ANTARA) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Jawa Timur mendukung aparat penegak hukum untuk memberikan sanksi tegas kepada para pelaku baik yang sengaja maupun tidak sengaja memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) karena dampaknya sangat merugikan masyarakat.
“Saya sangat setuju pelaku yang membakar hutan dan lahan ditindak tegas untuk memberikan efek jera kepada mereka,” kata Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo di Jember, Rabu.
Karhutla yang cukup luas di Jawa Timur terjadi di Gunung Bromo, Gunung Semeru, Gunung Arjuno-Weirang, Gunung Wilis, sedangkan di Kabupaten Jember juga terjadi di Gunung Watangan, Gunung Trianggulasi dan karhutla di Desa Sumberlesung.
Berdasarkan data BPBD Jember hingga akhir Agustus 2026 tercatat kebakaran di tiga kawasan hutan dan 12 kawasan lahan di Jember dengan total luas terdampak karhutla mencapai 14.585 hektare. Salah satunya terjadi di Gunung Watangan, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan dengan luas area terdampak sekitar 6,5 hektare.
“Kami dukung sepenuhnya sanksi tegas pembakar hutan dan lahan, namun sesuai tugas pokok kami, BPBD Jember fokus pada mitigasi dan pencegahan terjadinya karhutla, apalagi musim kemarau panjang saat ini,” katanya.
Ia mengatakan pihaknya secara intensif menggelar sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dengan melibatkan kepala desa, camat, muspika, hingga pemangku kepentingan seperti Perhutani, Taman Nasional Meru Betiri (TNMB), dan BKSDA agar tidak terjadi karhutla di Kabupaten Jember.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati tidak membuang puntung rokok sembarangan dan khususnya pemilik lahan tidak melakukan pembakaran untuk mulai menanam komoditas baru karena selama musim kemarau berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas,” katanya.
Sebelumnya Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur menegaskan akan melakukan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan atau lahan yang memenuhi unsur tindak pidana sebagai bagian dari upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber