
SuaraJatim.id – Sebanyak 2.788 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) terdeteksi di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Dari jumlah tersebut, 18 orang masih mengalami pemasungan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro Ninik Susmiati mengatakan, pemerintah terus memperkuat penanganan ODGJ, baik dari sisi kesehatan maupun sosial. Salah satunya dengan menyiapkan layanan kejiwaan di RSUD Kalitidu.
“Layanan unggulannya kejiwaan. Insyaallah mulai awal 2027,” kata Ninik melansir Beritajatim–jaringan Suara.com, Kamis (3/9/2026).
RSUD Kalitidu yang sebelumnya diproyeksikan sebagai rumah sakit khusus onkologi kini dikembangkan menjadi rumah sakit umum daerah dengan layanan kejiwaan sebagai salah satu layanan unggulan.
Sementara itu, Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro menangani ODGJ dari aspek sosial dan rehabilitasi. Setiap laporan ditindaklanjuti bersama tenaga kesejahteraan sosial, pemerintah desa, puskesmas, serta melibatkan Satpol PP dan kepolisian jika diperlukan.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Bojonegoro Nafiatin Ni’mah mengatakan, ODGJ dapat terlebih dahulu ditangani di Shelter PMKS Jalan Basuki Rahmat. Fasilitas tersebut memiliki 12 kamar dan dua di antaranya khusus ODGJ, dengan petugas yang berjaga selama 24 jam.
“ODGJ biasanya kami tangani sementara, maksimal tiga hari, kemudian diupayakan penanganan berikutnya,” ujarnya.
Untuk rehabilitasi lanjutan, Dinsos Bojonegoro bekerja sama dengan Dinsos Jawa Timur. Namun, proses tersebut masih terkendala keluarga yang memilih merawat ODGJ di rumah.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber