Kabupaten Malang, blok-a.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menargetkan angka kematian ibu (AKI) dapat ditekan hingga nol kasus pada 2027. Target tersebut dicanangkan setelah tercatat 12 kasus kematian ibu dari 18.306 kehamilan sepanjang Januari hingga Juli 2026.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, dari total ibu hamil tersebut sebanyak 705 orang atau sekitar 3,85 persen masuk dalam kategori kehamilan risiko tinggi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Budiar mengatakan penguatan dan sinkronisasi data lintas sektor menjadi salah satu kunci untuk mempercepat penanganan warga yang membutuhkan intervensi.

Ia menambahkan, data tidak boleh berhenti sebagai angka administratif, tetapi harus menggambarkan kondisi masyarakat secara nyata di lapangan.

“Kita harus bergerak lebih cepat. Saya berharap setelah kegiatan ini ada sinkronisasi data yang nyata. Bukan sekadar angka, tetapi realitas di lapangan harus menunjukkan penurunan kemiskinan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” kata Budiar, Kamis (3/9/2026).

Dalam forum tersebut, Pemkab Malang turut membahas sejumlah faktor medis yang menjadi pemicu kematian ibu. Di antaranya preeklamsia berat, perdarahan postpartum, komplikasi nonobstetrik, serta penyakit penyerta seperti HIV dan HELLP syndrome.

Untuk memperkuat upaya pencegahan, Pemkab Malang berencana mengadaptasi sistem pelaporan yang telah diterapkan di Manado. Sistem tersebut memungkinkan pemutakhiran data dilakukan lebih cepat hingga tingkat RT.

Data yang dihimpun nantinya tidak hanya berkaitan dengan kondisi kesehatan, tetapi juga latar belakang sosial ekonomi masyarakat. Dengan demikian, intervensi terhadap warga berisiko dapat dilakukan lebih tepat sasaran.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *