TRIBUNNEWS.COM – Kenaikan harga pakan ayam mulai menekan peternak ayam petelur skala rumahan di Malang, Jawa Timur.

Biaya produksi yang membengkak membuat margin keuntungan semakin tipis, bahkan peternak harus berhitung ulang agar usahanya tetap berjalan.

Kondisi tersebut, dialami oleh Wagiman, peternak asal Desa Mangunrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Wagiman bahkan terpaksa menggunakan tabungan pribadi demi menutupi pembengkakan biaya produksi.

Pria yang memelihara sekitar 2.800 ekor ayam petelur itu, juga mengaku harga jual telur di tingkat peternak saat ini masih berada jauh di bawah angka ideal.

“Saya setornya ke toko kelontong, toko kue, cafe juga ada itu seharga Rp 21.000 per kilogram.”

“Idealnya ya Rp 23.000 sampai Rp 24.000 itu baru bisa dapat untung,” kata Wagiman saat dikonfirmasi.

Meski demikian, Wagiman mengakui, harga jual telur saat ini sebenarnya relatif lebih baik ketimbang dua hingga tiga bulan lalu yang sempat terpuruk di kisaran Rp17.000 hingga Rp18.000 per kilogram.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *