
SURABAYA ( Kabarjawatimur) – Koordinator Pedagang Pasar Surabaya, Gus Hafidz atau yang akrab disapa Abu Nawas, mendesak Direktur Pembinaan Pedagang PT Pasar Surya (Perseroda),
SURABAYA (KabarJawatimur) – Serapan anggaran untuk program kepemudaan atau Gen Z di sejumlah wilayah Kota Surabaya mendapat sorotan DPRD. Di tengah proyeksi serapan Perubahan
SURABAYA (KabarJawatimur) — Sistem pendataan desil kemiskinan di Kota Surabaya kembali menjadi sorotan. Sekretaris Komisi D DPRD Kota Surabaya, Arjuna Rizky Dwi Krisnayana, menilai data desil masih kerap tidak sesuai dengan kondisi riil masyarakat. Akibatnya, warga yang sejatinya masih membutuhkan bantuan justru berpotensi kehilangan akses terhadap berbagai program perlindungan sosial.
Arjuna mengatakan, persoalan tersebut banyak dikeluhkan masyarakat. Salah satu yang paling dirasakan adalah ketika status desil warga mengalami kenaikan, meski kondisi ekonominya tidak banyak berubah.
“Kemanfaatan desil ini sebenarnya untuk siapa? Kalau saya lihat, kemanfaatannya untuk masyarakat itu belum ada, malah cenderung merugikan,” kata Arjuna.
Menurut politikus PDI Perjuangan tersebut, kenaikan status desil bukan sekadar persoalan administrasi. Perubahan itu dapat berdampak langsung terhadap akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dan pendidikan.
Di sektor kesehatan, misalnya, Arjuna menyebut sejumlah warga mengeluhkan kepesertaan BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran) mereka terblokir setelah status desil mengalami kenaikan.
“Sejumlah warga melaporkan kepesertaan BPJS PBI mereka diblokir karena status desil naik, sehingga kesulitan mendapat akses pengobatan mendesak,” ujarnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber