SURABAYA ( Kabarjawatimur) – Koordinator Pedagang Pasar Surabaya, Gus Hafidz atau yang akrab disapa Abu Nawas, mendesak Direktur Pembinaan Pedagang PT Pasar Surya (Perseroda),

SURABAYA (KabarJawatimur) – Serapan anggaran untuk program kepemudaan atau Gen Z di sejumlah wilayah Kota Surabaya mendapat sorotan DPRD. Di tengah proyeksi serapan Perubahan

SURABAYA (KabarJawatimur) – Sistem pendataan kemiskinan berbasis Proxy Means Testing (PMT) yang digunakan Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat kembali menuai sorotan. Metode tersebut dinilai belum mampu menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat secara utuh, khususnya di wilayah perkotaan seperti Surabaya.

Kritik itu disampaikan Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, William Wirakusuma. Ia mengapresiasi upaya pemerintah membangun satu basis data kemiskinan nasional, namun menilai penerapan metode PMT di lapangan masih menyisakan persoalan serius.

Menurut William, penggunaan pendekatan statistik dalam menentukan kelompok kesejahteraan masyarakat berpotensi menimbulkan exclusion error, yakni warga yang sebenarnya membutuhkan bantuan justru tidak masuk dalam kelompok penerima.

“Secara metodologi statistik, tingkat exclusion error-nya bisa mencapai 30 sampai 50 persen. Metode ini tampak amburadul karena tidak mempertimbangkan dinamika riil di daerah,” ujar William.

Ia mencontohkan persoalan penilaian aset dan harga tanah. Di Surabaya, nilai tanah di kawasan tertentu bisa sangat tinggi. Namun, tingginya nilai aset tersebut tidak otomatis menunjukkan kemampuan ekonomi pemiliknya.

Banyak warga, kata William, tinggal di rumah yang berada di lokasi strategis karena merupakan warisan orang tua. Di sisi lain, penghasilan dan kemampuan belanja sehari-hari mereka justru berada pada tingkat ekonomi rendah.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *