Banyuwangi (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, konsisten menggelar Festival Literasi Osing dalam upaya melestarikan bahasa Osing sebagai identitas budaya lokal sekaligus menumbuhkan kecintaan anak-anak pada bahasa asli daerah setempat itu.

“Ajang ini adalah cara kami memfasilitasi anak-anak Banyuwangi agar tidak hanya cakap dalam literasi pada umumnya, namun juga bisa mengangkat budaya lokal, yakni bahasa Osing,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat membuka Festival Literasi Osing di area creative space kawasan lapangan Taman Blambangan Banyuwangi, Sabtu.

Melalui festival ini, dia berharap, anak-anak muda Banyuwangi semakin mencintai budaya lokal, termasuk bahasa Osing.

Dengan anak-anak muda yang bangga serta konsisten menggunakan bahasa Osing, ia optimistis bahasa yang menjadi identitas budaya Banyuwangi itu akan terus lestari.

“Anak-anak silakan kalian belajar teknologi, silakan baca apa pun yang kalian ingin pelajari, namun jangan pernah meninggalkan identitas daerah. Budaya Osing tidak boleh tergusur oleh perkembangan zaman,” katanya.

Menurut dia, Banyuwangi terdiri atas beragam suku dan budaya serta adat istiadat yang semuanya harus dirawat.

“Mudah-mudahan di tengah keberagaman budaya yang ada di Banyuwangi, bahasa Osing tetap menjadi bahasa yang dipertahankan sebagai kekuatan lokal kita semuanya,” katanya.

Dalam festival ini, ratusan siswa berkompetisi menampilkan performa terbaiknya dalam berbagai perlombaan yang mengasah kemampuan literasi berbahasa Osing, mulai permainan (Memengan) sandiwara, geguritan (puisi Osing), nembang Osing, hingga mocoan lontar.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *