Surabaya, IDN Times – Kasus dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo memasuki babak baru. Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Satgas MBG Jatim Emil Elestianto Dardak mengungkap dua persoalan dalam pelaksanaan distribusi makanan yang dinilai perlu ditelusuri, yakni makanan diantar melewati batas waktu konsumsi dan tidak dilengkapi label sebagaimana mestinya.

Emil mengatakan, persoalan tersebut tidak cukup hanya menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui jenis bakteri yang mungkin ditemukan. Menurutnya, yang jauh lebih penting adalah mengurai penyebab utama mengapa makanan MBG tersebut bisa menimbulkan persoalan kesehatan pada penerima.

“Saya sudah mengatakan berkali-kali, nanti pada akhirnya mungkin akan ditemukan berbagai jenis bakteri. Namun, yang lebih penting saat ini bukan hanya menunggu hasil mengenai bakterinya, melainkan mencari tahu apa penyebab utamanya,” ujarnya, Senin (7/9/2026).

Emil membeberkan, Badan Gizi Nasional (BGN) sebelumnya telah menyampaikan adanya persoalan pada proses distribusi makanan. Makanan disebut tiba setelah melewati batas waktu konsumsi yang ditentukan. Selain itu, makanan yang seharusnya diberi label justru tidak dipasangi label.

“Sudah ada pernyataan dari Kepala BGN bahwa makanan tersebut diantar terlambat dari batas waktu konsumsi. Kemudian, makanan yang seharusnya diberi label ternyata tidak dipasangi label,” katanya.

Temuan tersebut menjadi penting karena keamanan MBG tidak hanya ditentukan oleh kondisi makanan ketika dimasak, tetapi juga bagaimana makanan ditangani, dikemas, diberi informasi, hingga diterima oleh penerima manfaat.

“Kita memberikan sertifikasi karena suatu sistem dinilai telah memenuhi persyaratan. Namun, jika dalam pelaksanaannya ternyata tidak berjalan sesuai standar SLHS, maka hal itu dapat menjadi dasar untuk melakukan evaluasi,” tegasnya.

Menurut Emil, keberadaan SLHS semestinya menjadi salah satu instrumen untuk menekan risiko persoalan keamanan pangan. Namun, sertifikat tersebut tidak otomatis menjamin tidak akan terjadi masalah apabila standar yang telah ditetapkan tidak dijalankan secara konsisten dalam operasional sehari-hari.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *